Jumat, 30 November 2012

latar belakang metode riset


Latar Belakang 

Bank merupakan suatu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai perantara dalam menyalurkan dana dari pihak yang kelebihan dan (surplus) kepada pihak yang membutuhkan dan kekurangan dana (unit defisit) jadi bank merupakan lembaga intermediary atau perantara penyalur dana. 

Bank juga merupakan alternatif pilihan masyarakat dalam menyimpan uangnya karena bank merupakan tempat yang aman dan terpercaya sebagai lembaga yang menyediakan fasilitas yang memadai dalam pengelolaan dan penempatan dana. 

Oleh karena itu, diperlukan faktor ‘kepercayaan’ dari masyarakat, karena banyaknya bank yang dilikuidasi membuat masyarakat harus cermat dalam memilih bank yang akan dijadikan tempat untuk menyimpan uang karena tingkat kesehatan bank merupakan faktor utama para nasabah. 

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4382) Bank wajib melakukan Penilaian Tingkat Kesehatan Bank secara triwulanan.

Untuk mengetahui tingkat kesehatan bank dapat dilihat menggunakan 5 aspek penilaian yang disebut CAMEL, yang meliputi Capital, Assets, Management, Earnings dan Liquidity. Penilaian CAMEL ini dimaksudkan untuk mengukur apakah manajemen bank telah melaksanakan system perbankan dengan asas-asas yang sehat, dimana rasio keuangan tertentu berperan penting dalam evaluasi kinerja keuangan serta dapat digunakan untuk memprediksi kelangsungan usaha baik yang sehat maupun tidak sehat. CAMEL tidak sekedar mengukur kesehatan tingkat kesehatan suatu bank, tetapi sering pula digunakan sebagai indicator dalam menyusun peringkat dan memprediksi prospek suatu bank di masa datang. 

Selanjutnya hasil dari analisis CAMELS tersebut dapat digolongkan menjadi empat kategori yaitu sehat, cukup sehat, kurang sehat dan tidak sehat.

tugas metode riset 4

tema : Analisa Kesehatan Bank dengan Metode CAMEL

analisis jurnal 3


Judul: ANALISIS TINGKAT KESEHATAN  PT. BANK AGRONIAGA (TBK) DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMELS
Pengarang: Farhani
Tema: Analisa Kesehatan Bank dengan Metode CAMEL

Latar belakang masalah
    Kesehatan satu bank merupakan kepentingan semua pihak yang terkait, baik pemilik, pengelola bank, masyarakat sebagai pengguna jasa bank, dan Bank Indonesia selaku otoritas pengawas bank. 
Berdasarkan Pasal 29 Undang-Undang No.10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas 
Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, antara lain menetapkan ; 
1. Pembinaan dan pengawasan bank dilakukan oleh Bank Indonesia. 
2. Bank wajib memelihara tingkat kesehatan bank sesuai dengan ketentuan kecukupan modal, kualitas aset, kualitas manajemen, likuiditas, rentabilitas, solvabilitas dan aspek lain yang berhubungan dengan usaha bank, dan wajib melakukan kegiatan usaha sesuai dengan prinsip kehati-hatian. 
   Mengingat pesatnya perkembangan sektor perbankan dan perubahan kompleksitas usaha serta profil risiko bank, dan juga adanya perubahan metodologi dalam penilaian kondisi bank yang diterapkan secara internasional, maka Bank Indonesia telah mengeluarkan peraturan baru perihal Tata Cara Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum yang menggunakan metode CAMELS melalui Peraturan Bank Indonesia No.6/10/PBI/2004 dengan peraturan pelaksanaan Surat Edaran Bank Indonesia No.6/23/DPNP tgl. 31 Mei 
2004, yang mulai diterapkan sejak posisi bulan Desember 2004. 
   Penilaian Tingkat Kesehatan Bank penting, karena hal ini sekaligus menunjukkan bagaimana kondisi kinerja keuangan dan prestasi bank dalam menjalankan usahanya dan dalam meraih kepercayaan masyarakat. 
   Berdasarkan pada uraian tersebut diatas, maka penulis tertarik mengambil topik untuk bahan penelitian dengan judul “Analisis Tingkat Kesehatan PT. Bank Agroniaga (Tbk) Dengan Menggunakan Metode CAMELS”

Masalah:

Bagaimana kondisi Tingkat Kesehatan PT. Bank Agroniaga, Tbk selama periode tahun 2005 - 2008 dengan menggunakan metode CAMELS?

Tujuan Penelitian:

 Untuk mengetahui tingkat kesehatan PT. Bank Agroniaga, Tbk selama periode tahun 2005 - 2008 dengan menggunakan metode CAMELS


Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan nantinya bermanfaat bagi kalangan akademisi maupun perusahaan perbankan dalam rangka melakukan penilaian tingkat kesehatan bank

Metodologi Penelitian

    Sehubungan dengan dikeluarkannya ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 dan Surat Edaran Bank Indonesia. No.6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum (CAMELS Rating). Metode CAMELS merupakan hasil penilaian kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu bank melalui penilaian faktor permodalan, kualitas aset, manajemen, rentabilitas, likuiditas, dan sensitivitas terhadap risiko pasar. Penilaian terhadap faktor-faktor tersebut dilakukan melalui penilaian kuantitatif dan atau kualitatif setelah mempertimbangkan unsur judgement yang didasarkan atas materialitis dan signifikansi dari faktor-faktor penilaian serta pengaruh dari faktor lainnya seperti kondisi industri perbankan dan perekonomian nasional. 
    Penilaian  dan penetapan Peringkat faktor CAMELS dilakukan berdasarkan hasil penilaian terhadap komponen-komponen dalam faktor CAMELS. Berdasarkan hasil penilaian dan Penetapan Peringkat faktor CAMELS tersebut ditetapkanlah Peringkat Komposit yang merupakan peringkat akhir hasil penilaian Tingkat Kesehatan Bank

Implikasi
   Untuk dapat tetap menjaga dan meningkatkan kesehatan Bank, maka manajemen PT. Bank Agroniaga, Tbk perlu melakukan langkah-langkah korektif terhadap kebijakan sistem audit intern, yaitu dengan melakukan perubahan pendekatan pemeriksaan dari yang mengedepankan Compliance Base menjadi Risk Base. Sedangkan untuk memperbaiki kinerja operasional Aktiva Produktif Kredit, Bank perlu lebih selektif dalam pemberian kredit dengan memperhatikan perkembangan ekonomi makro dan objek yang dibiayai. Hal ini mengingat sebagian besar kredit Bank disalurkan di sektor pertanian yang rentan terhadap faktor eksternal termasuk faktor alam.  Selain itu, pengawasan/pemantauan terhadap usaha debitur perlu lebih ditingkatkan agar secara lebih dini Bank dapat mengendalikan dan mengantisipasi kemungkinan timbulnya kredit bermasalah yang berdampak mempengaruhi kondisi
Bank.
 . Manajemen dan atau pemilik Bank perlu lebih memperhatikan perbaikan permodalan Bank terutama yang bersumber dari laba Bank guna lebih  meningkatkan ekses modal agar mampu mengcover kemun

Sumber: http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/economy/2009/Artikel_20203401.pdf

analisis jurnal 2


Judul: ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK BERDASARKAN METODE CAMEL
PADA PD. BPR BKK TASIKMADU  CABANG KARANGPANDAN
Pengarang:
Tema: Analisa Kesehatan Bank dengan Metode CAMEL

Latar belakang masalah

    Akhir-akhir ini istilah bank sehat  atau tidak sehat semakin populer. Berbagai kejadian aktual, tentang perbankan seperti merger dan likuidasi selalu dikaitkan dengan kesehatan bank tadi. Olehkarenanya sebuah bank tentunya memerlukan suatu analisis untuk mengetahui kondisinya setelah melakukan kegiatan operasionalnya dalam jangka waktu tertentu. Analisis yang dilakukan disini berupa penilaian tingkat kesehatan bank. Kesehatan suatu bank adalah kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku. 

    Penelitian-penelitian terdahulu  mengenai tingkat kesehatan bank dilakukan secara empiris oleh beberapa peneliti diantaranya Indupurnahayu dan Deni Satria ( pada Bank Mandiri Tbk, tahun 2003-2004), Surifah (1990), Abdul Mongid (2000), Wilopo (2000),  Titik Aryati dan Hekinus Manao (2000), dll. Mereka melakukan penelitian terhadap kekuatan rasio keuangan model CAMEL untuk membedakan bank yang sehat dan bank yang tidak sehat serta penggunaannya sebagai alat prediksi kegagalan bank

   Seperti yang telah diuraikan  diatas bahwa usaha bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali pada masyarakat ini disebut dengan “Financial Intermediary“. Jadi bank benar-benar
mampu menjaga kepercayaan masyarakat baik dalam kegiatan operasional
maupaun pelayanan jasanya. Dalam rangka menuju perbankan yang sehat  dan efisien BKK sebagai salah satu perusahaan perbankan perlu segera menyesuikan diri di era deregulasi dengan menciptakan profesionalitas serta persaingan yang sehat tanpa meninggalkan rasa tanggungjawab dalam mengutamakan kepentingan masyarakat. Adapun keberadaan Bank Perkreditan Rakyat adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang keuangan dengan ketentuan-ketentuan yang lebih mudah dibandingkan dengan
perusahaan perbankan.
    Dalam rangka menuju perbankan yang sehat, PD.BPR.BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan sebagai salah satu  bank yang sampai sekarang masih eksis didalam dunia perbankan di Indonesia perlu melakukan penyesuaian diri dan menciptakan tenaga-tenaga profesional dalam persaingan yang sehat.
    Dan untuk ketentuan-ketentuan yang dilandasi oleh kewenangan untuk mengatur perbankan khususnya BPR dimaksudkan untuk memberikan pedoman kepada bank bagaimana melaksanakan kegiatan bank atas dasar azasazas perbankan yang sehat, sehingga bank mampu beroperasi lebih profesional dan efisien.
    Demi menjaga perkembangan usahanya didalam persaingan yang semakin ketat serta menanggapi akan kebutuhan masyarakat, maka pihak 5 manajemen Bank Perkreditan Rakyat berusaha mengelola dana agar
beroperasional dengan baik. Penerapan manajemen Bank Perkreditan Rakyat yang semakin profesional menjadi lebih efektif dan efisien.
    Dari uraian tersebut diatas terlihat bahwa metode CAMEL merupakan salah satu faktor untuk melihat kondisi serta tingkat kesehatan bank, oleh karena itu penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai analisis tingkat kesehatan bank dengan menggunakan data laporan keuangan pada PD.BPR.BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan. Sehingga dalam penelitian ini penulis mengambil judul “  ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK BERDASARKAN METODE CAMEL PADA PD. BPR. BKK TASIKMADU CABANG KARANGPANDAN“



Masalah

    Adanya bank yang dilikuidasi atau dalam kondisi bank yang tidak diperbolehkan beroperasi oleh pemerintah dikarenakan kondisi dan keadaan bank menurut penilaian BI telah membahayakan bagi kepentingan masyarakat dan perekonomian nasional khususnya pada sektor perbankan nasional. 
    Dengan kata lain, bahwa bank yang telah beroperasi atau bahkan dicabut ijin usahanya adalah bank  yang dinyatakan tidak sehat. Sedangkan PD.BPR.BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan perlu menerapkan prinsipprinsip kehati-hatian oleh pengelola dan pemecahan masalah segera mungkin sehingga tidak menghambat pada kegiatan lainnya. Perlunya melakukan kajian atas tingkat kesehatan bank yang dilakukan setiap saat agar kekurangan yang didapat segera diatasi serta menentukan arah untuk kemajuan bank. 
   Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka perumusan masalah adalah sebagai berikut : Bagaimana tingkat kesehatan PD.BPR.BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan jika dinilai dengan metode CAMEL .

Tujuan penelitian
   Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesehatan bank pada  PD.BPR.BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan kabupaten Karanganyar

Manfaat Penelitian

 Bagi Bank, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan  kebijaksanaan yang berhubungan dengan kelangsungan hidup usaha bank dari PD.BPR.BKK Tasimadu Cabang Karangpandan. 7
2. Bagi Nasabah, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mempertimbangkan dalam memilih perusahaan perbankan yang akan dituju.
3. Bagi Peneliti, dapat dijadikan  pertimbangan antara teori dengan prakteknya yang diharapkan tidak terjadinya kesenjangan yang terlalu jauh sehingga dapat dijadikan bekal bila kelak terjun ke masyarakat.

Metodologi Penelitian
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan data primer dan sekunder dalam upaya pengumpulan data dan penulis memperoleh data dari berbagai sumber, diantaranya adalah :

Dari literatur yang berkaitan dengan penulisan ilmiah ini.
Data yang bersumber dari media internet melalui situs resmi Bank yang bersangkutan dan terdiri dari :
Data kuantitatif
Yaitu data yang dinyatakan dengan angka-angka yang berasal dari laporan keuangan bank yang bersangkutan berupa neraca, laporan laba rugi, laporan penhitungan penyediaan modal minimum, dan kualitas aktiva produktif.

Hasil analisis tersebut dapat digunakan sebagai pedoman dalam menganalisis tingkat kesehatan bank dengan menggunakan metode CAMELS

Data kualitatif

Yaitu data yang tidak dinyatakan dengan angka tetapi berupa keterangan yang dapat memberikan gambaran yang berkaitan dengan penulisan ilmiah ini diantaranya adalah sejarah singkat dan visi misi.

Implikasi


1. Bagi pihak managemen bank untuk selalu menjaga kesehatan keuangan banknya dengan memperhatikan kondisi yang ada, sehingga kesulitan yang timbul dapat diketahui sedini mungkin agar dapat menentukan arah kebijaksanaan yang lebih baik

2. Bagi investor diharapkan dalam proses pengambilan keputusan, untuk menanam modal atau menyimpan dana terlebih dahulu harus memperhatikan rasio-rasio yang dominan berpengaruh terhadap kesehatan bank, sehingga dapat diketahui bagaimana kinerja dari bank tersebut agar dapat diketahui bagaimana kinerja dari bank tersebut agar dapat terhindar dari kerugian pada masa yang akan dating.

analisis jurnal 1


Judul: ANALISIS KESEHATAN BANK DENGAN METODE CAMELS PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA, TBK.
Pengarang:
Tema: Analisa Kesehatan Bank dengan Metode CAMEL


Latar Belakang masalah

Bank merupakan suatu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai perantara dalam menyalurkan dana dari pihak yang kelebihan dan (surplus) kepada pihak yang membutuhkan dan kekurangan dana (unit defisit) jadi bank merupakan lembaga intermediary atau perantara penyalur dana.

Bank juga merupakan alternatif pilihan masyarakat dalam menyimpan uangnya karena bank merupakan tempat yang aman dan terpercaya sebagai lembaga yang menyediakan fasilitas yang memadai dalam pengelolaan dan penempatan dana.

Oleh karena itu, diperlukan faktor ‘kepercayaan’ dari masyarakat, karena banyaknya bank yang dilikuidasi membuat masyarakat harus cermat dalam memilih bank yang akan dijadikan tempat untuk menyimpan uang karena tingkat kesehatan bank merupakan faktor utama para nasabah.

Untuk mengetahui tingkat kesehatan bank dapat dilihat dari laporan keuangan yang dibuat secara periodik oleh bank tersebut. Analisis yang digunakan adalah dengan metode CAMELS.Setelah mengamati masalah yang diatas, maka dalam penulisan ilmiah ini penulis mengambil judul “ANALISIS KESEHATAN BANK DENGAN METODE CAMELS PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA, Tbk.”

Masalah

Masalah yang akan dibahas dalam penulisan ilmiah ini adalah bagaimana tingkat kesehatan bank yang diukur menggunakan metode CAMELS yang meliputi penilaian berdasarkan Capital (modal), Assets (Aktiva), Management, Earnings (rentabilitas), Likuiditas, dan Sensitivity to Market Risk (sensitivitas pada resiko pasar) pada Bank Rakyat Indonesia, Tbk

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui tingkat kesehatan pada Bank Rakyat Indonesia dengan melihatnya dari segi Capital (permodalan), Assets (kualitas Aktiva Produktif), Management, Earnings (rentabilitas), Likuiditas, dan Sensitivity to Market Risk (Sensitivitas terhadap Resiko Pasar)

Sumber: http://yaumilshasa.blogspot.com/2010/05/analisis-kesehatan-bank-dengan-metode.html

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, yaitu :

Bagi penulis
Untuk mengetahui seberapa jauh ilmu yang diperoleh selama perkuliahan berlangsung dan seberapa jauh penulis dapat memecahkan suatu permasalahan.

Bagi perusahaan
Untuk memberikan masukan bagi perusahaan dalam mengambil keputusan yang lebih baik dalam pengelolaan dan efektivitas kinerja Bank yang bersangkutan serta untuk mempertahankan atau memperbaiki kinerja bank agar lebih baik lagi

Bagi pihak lain
Sebagai bahan acuan bagi penulis lainnya dalam melakukan penelitian berkaitan dengan tingkat kesehatan bank dengan metode CAMELS

 Metodelogi Penelitian

Objek Penelitian

Penulis mengambil objek penelitian terhadap PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam menganalisis tingkat kesehatan bank menggunakan metode CAMELS.

Data/Variabel

Dalam penulisan ilmiah ini penulis menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk yang terdiri dari:

Laporan Neraca
Laporan Laba-Rugi
Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM)
Kualitas Aktiva Produktif

Implikasi



Saran-saran yang dapat diajukan sehubungan dengan hasil penelitian ini, antara lain :

1. Bagi pihak managemen bank untuk selalu menjaga kesehatan keuangan banknya dengan memperhatikan kondisi yang ada, sehingga kesulitan yang timbul dapat diketahui sedini mungkin agar dapat menentukan arah kebijaksanaan yang lebih baik

2. Bagi investor diharapkan dalam proses pengambilan keputusan, untuk menanam modal atau menyimpan dana terlebih dahulu harus memperhatikan rasio-rasio yang dominan berpengaruh terhadap kesehatan bank, sehingga dapat diketahui bagaimana kinerja dari bank tersebut agar dapat diketahui bagaimana kinerja dari bank tersebut agar dapat terhindar dari kerugian pada masa yang akan dating.