NAMA : MUCHAMAD AMINUDIN
NPM :19210748
KELAS : 3EA18
METODOLOGI
PENENTUAN TEMA:
Tema yang diambil dalam
penelitian ilmiah ini yaitu tentang “Analisa
Kesehatan Bank dengan Metode CAMEL”
PENENTUAN JUDUL :
Judul yang diambil adalah mengenai tentang “ANALISIS
KESEHATAN BANK DENGAN METODE CAMELS PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA, TBK.”
LATAR BELAKANG
Bank
merupakan suatu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai perantara dalam
menyalurkan dana dari pihak yang kelebihan dan (surplus) kepada pihak yang
membutuhkan dan kekurangan dana (unit defisit) jadi bank merupakan lembaga
intermediary atau perantara penyalur dana.
Bank juga
merupakan alternatif pilihan masyarakat dalam menyimpan uangnya karena bank
merupakan tempat yang aman dan terpercaya sebagai lembaga yang menyediakan
fasilitas yang memadai dalam pengelolaan dan penempatan dana.
Oleh karena
itu, diperlukan faktor ‘kepercayaan’ dari masyarakat, karena banyaknya bank
yang dilikuidasi membuat masyarakat harus cermat dalam memilih bank yang akan
dijadikan tempat untuk menyimpan uang karena tingkat kesehatan bank merupakan
faktor utama para nasabah.
Berdasarkan
Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004
tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4382) Bank wajib
melakukan Penilaian Tingkat Kesehatan Bank secara triwulanan.
Untuk
mengetahui tingkat kesehatan bank dapat dilihat menggunakan 5 aspek penilaian
yang disebut CAMEL, yang meliputi Capital, Assets, Management, Earnings dan
Liquidity. Penilaian CAMEL ini dimaksudkan untuk mengukur apakah manajemen bank
telah melaksanakan system perbankan dengan asas-asas yang sehat, dimana rasio
keuangan tertentu berperan penting dalam evaluasi kinerja keuangan serta dapat
digunakan untuk memprediksi kelangsungan usaha baik yang sehat maupun tidak
sehat. CAMEL tidak sekedar mengukur kesehatan tingkat kesehatan suatu bank, tetapi
sering pula digunakan sebagai indicator dalam menyusun peringkat dan
memprediksi prospek suatu bank di masa datang.
Rumusan
Masalah
Masalah yang
akan dibahas dalam penulisan ilmiah ini adalah bagaimana metode atau cara yang
tepat dalam menentukan kesehatan bank, lebih memusatkan dengan cara perhitungan
CAMEL.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui cara-cara untuk melakukan perhitungan kesehatan bank dengan metode CAMEL yang meliputi Capital, Asset, Managemen, Earnings, Liquidity
Hipotesis
Berdasarkan latar
belakang masalah rumusan masalah dan kerangka
pikir yang telah dikemukakan di atas,
maka penulis merumuskan sebuah hipotesis
penelitian sebagai berikut :
Diduga pihak bank melakukan perubahan
pendekatan pemeriksaan dari yang mengedepankan Compliance Base menjadi
Risk Base.
Ho = 0, tidak ada pengaruh secara
signifikan dari kesehatan bank dengan menggunakan metode CAMELS
Ha ≠ 0, ada pengaruh secara
signifikan dari kesehatan bank dengan menggunakan metode CAMELS
Metodolo
Sehubungan
dengan dikeluarkannya ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank
Indonesia Nomor 6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 dan Surat Edaran
Bank Indonesia. No.6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 tentang Sistem Penilaian
Tingkat Kesehatan Bank Umum (CAMELS Rating). Metode CAMELS merupakan hasil
penilaian kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi
atau kinerja suatu bank melalui penilaian faktor permodalan, kualitas
aset, manajemen, rentabilitas, likuiditas, dan sensitivitas terhadap
risiko pasar. Penilaian terhadap faktor-faktor tersebut dilakukan melalui
penilaian kuantitatif dan atau kualitatif setelah mempertimbangkan
unsur judgement yang didasarkan atas materialitis dan signifikansi dari
faktor-faktor penilaian serta pengaruh dari faktor lainnya seperti kondisi
industri perbankan dan perekonomian nasional.
Penilaian dan penetapan Peringkat faktor CAMELS dilakukan
berdasarkan hasil penilaian terhadap komponen-komponen dalam faktor
CAMELS. Berdasarkan hasil penilaian dan Penetapan Peringkat faktor CAMELS
tersebut ditetapkanlah Peringkat Komposit yang merupakan peringkat akhir
hasil penilaian Tingkat Kesehatan Bank
hasil dan pembahasan
Penilaian
Kesehatan Bank
Penilaian untuk menentukan kondisi suatu bank dilakukan dengan menggunakan analisis CAMELS, yaitu sebagai berikut:
1. Capital (Permodalan)
Salah satu cara penilaian adalah dengan metode CAR (capital Adequacy Ratio), yaitu dengan cara membandingkan modal terhadap aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR).
Perhitungan CAR sesuai degan standar bank Indonesia adalah sebagai berikut:
Penilaian untuk menentukan kondisi suatu bank dilakukan dengan menggunakan analisis CAMELS, yaitu sebagai berikut:
1. Capital (Permodalan)
Salah satu cara penilaian adalah dengan metode CAR (capital Adequacy Ratio), yaitu dengan cara membandingkan modal terhadap aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR).
Perhitungan CAR sesuai degan standar bank Indonesia adalah sebagai berikut:
CAR = JUMLAH MODAL/JUMLAH ATMR X 1OO%
ATMR (Aktiva
Tertimbang Menurut Resiko) merupakan penjumlahan aktiva neraca dan aktiva
administrasi. ATMR aktiva neraca diperoleh dengan cara mengalikan nilai nominal
aktiva yang bersangkutan dengan bobot resikonya. Sedangkan ATMR aktiva
administrasi diperoleh dengan cara mengalikan nilai nominal aktiva rekening
admininstrasi yang brsangkutan dengan bobot resikonya.
Kemudian dihitung angka kredit dengan cara sebagai berikut :
1. CAR = 0
atau negative, angka kredit = 0
2. Setiap
kenaikan 0,1% angka kredit ditambah 1 dengan maksimum 100.
2. Asset (Kualitas Aset)
Penilaian didasarkan kepada kualitas aktiva yang dimiliki bank. Rasio yang diukur ada dua macam, yaitu:
1. Rasio aktiva produktif yang diklasifikasikan terhadap aktiva produktif.
2. Rasio penyisihan penghapusan aktiva produktif terhadap aktiva produktif yang diklasifikasikan.
Adapun
metode penilaiannya dapat dilakukan dengan cara :
RORA =
EARNING BEFORE TAX/TOTAL LOANS+SECURITIES
3.
Management (Manajemen)
Kualitas
manajemen dapat dilihat dari kualitas manusianya dalam bekerja. Kualitas
manajemen juga dilihat dari segi pendidikan dan pengalaman karyawannyadalam
menangani berbagai kasus yang terjadi. Dalam aspek ini, yang dinilai adalah
manajemen permodalan, manajemen kualitas aktiva, manajemen umum, manajemen
rentabilitas dan manajemen likuiditas. Penilaian kesehatan di bidang manajemen
sekarang hanya didasarkan pada 100 aspek saja.
Untuk
menilai kesehatan bank dalam aspek manajemen ini, biasanya dilakukan mealui
kruesioner yang ditujukan bagi pihak manajemen bank.
1. Earning (Rentabilitas)
Penilaian didasarkan pada rentabilitas suatu bank yang dilihat kemampuan suatu bank dalam menciptakan laba. Penilaian dalam unsur ini didasarkan kepada dua macam, yaitu:
1. Rasio laba terdapat total asset (Return On Assets)
1. Earning (Rentabilitas)
Penilaian didasarkan pada rentabilitas suatu bank yang dilihat kemampuan suatu bank dalam menciptakan laba. Penilaian dalam unsur ini didasarkan kepada dua macam, yaitu:
1. Rasio laba terdapat total asset (Return On Assets)
Dapat di
hitung dengan rumus :
ROA = LABA SEBELUM PAJAK/TOTAL
AKTIVA X 100%
Perhitungan
angka kredit dapat dilakukan sebagai berikut :
1. ROA
sebesar 10% atau lebih, nilai kredit = 0
2. Setiap
kenaikan 0,015% angka kredit ditambah 1 dengan maksimum 100
2. Rasio
beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO)
Dapat
dihitung dengan rumus :
1. Rasio
sebesar 100% atau lebih, nilai kredit = 0
2. Setiap
penurunan 0,08% angka kredit ditambah 1 dengan maksimum 100
3. Liquidity
3. Liquidity
Pada aspek
likuiditas ini penilaian didasarkan atas kemampuan bank dalam membayar semua
hutang-hutangnya terutama simpanan tabungan, giro dan deposito pada saat
ditagih dan dapat memenuhi semua permohonan kredit yang layak untuk disetujui.
Untuk
menjamin likuiditas dihitung loan to deposit ratio (LDR), yang besarnya dapat
dihitung dengan rumus :
LDR = JUMLAH
KREDIT YANG DIBERIKAN/DANA MASYARAKAT+MODAL X 100%
Angka kredit
LDR dapat dihitung sebagai berikut :
1. Rasio LDR
sebesar 110% atau lebih, nilai kredit = 0
1. Rasio LDR
di bawah 110% nilai kredit = 100
Menurut ketentuan SK DIR BI No. 30/11/KEP/DIR tanggal 30 april 1997, jika digunakan kelima faktor CAMEL dalam penilaian kesehatan bank maka prosentase setiap faktor CAMEL tersebut adalah sebagai berikut :
FORMULA CAMEL
Faktor yang dinilai
|
Komponen
|
Bobot
|
Permodalan
|
Rasio
modal terhadap aktiva tertimbang menurut resiko (ATMR)
|
25%
|
Kualitas
Aktuva Produktif
|
a. rasio
aktiva produktif yang diklasifikasikan terhadap jumlah aktiva produktif
b. Rasio
cadangan penghapusan aktiva terhadap jumlah aktiva yang diklarifikasi
|
25%
5%
|
Manajemen
|
a.
manajemen umum
b.
manajemen resiko
|
10%
15%
|
Rentabilitas
|
a. rasio
laba terhadap rata-rata volume
b. rasio
biaya operasional terhadap pendapatan operasional
|
5%
5%
|
Likuiditas
|
a. rasio
kewajiban bersih call money terhadap aktiva lancer
b. rasio
pinjaman terhadap dana pihak ketiga
|
5%
5%
|
Jumlah bobot untuk kelima faktor tersebut adalah 100%. Apabila pada saat
pemeriksaan semua faktor di nilai baik atau positif maka akan mendapat Nilai
Kredit Faktor Camel” maksimal sebesar 100, berarti tingkat kesehatan bank
berada pada predikat “sehat”. Nilai kredit untuk menentukan predikat kesehatan
bank, ditetapkan sebagai berikut :
Nilai Kredit dan Predikat Tingkat Kesehatan Bank
Nilai kredit
|
|
81 – 100
|
Sehat
|
66 - <81
|
Cukup sehat
|
51 - <66
|
Kurang sehat
|
0 - <51
|
Tidak sehat
|
Menurut
Surat Edaran Bank Indonesia No.30/2/UPPB tanggal 30 April 1997, beberapa
pelaksanaan yang mempengaruhi Tingkat Kesehatan adalah:
1. Kredit Eksport (KE) dan Kredit Usaha Kecil (KUK)
Pelanggaran tidak dikaitkan dengan Tingkat Kesehatan.
1. Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)
* Bila tidak melanggar tidak ada Nilai Kredit (NK)
* Pelanggaran dikenakan pengurangan Nilai Kredit (NK) 5, ditambah
* Setiap pelanggaran 1% Nilai Kredit (NK) dikurangi lagi 0,05, maksimum 10 Nilai Kredit (NK).
1. Posisi Devisa Netto (PDN)
* Bila tidak melanggar tidak ada NK.
* Setiap pelanggaran 15 Nilai Kredit (NK) dikurangi 0,05, maksimum 5 Nilai Kredit (NK).
Selain ketentuan diatas, masih ada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi Tingkat Kesehatan Bank, yaitu:
1. Kredit Eksport (KE) dan Kredit Usaha Kecil (KUK)
Pelanggaran tidak dikaitkan dengan Tingkat Kesehatan.
1. Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)
* Bila tidak melanggar tidak ada Nilai Kredit (NK)
* Pelanggaran dikenakan pengurangan Nilai Kredit (NK) 5, ditambah
* Setiap pelanggaran 1% Nilai Kredit (NK) dikurangi lagi 0,05, maksimum 10 Nilai Kredit (NK).
1. Posisi Devisa Netto (PDN)
* Bila tidak melanggar tidak ada NK.
* Setiap pelanggaran 15 Nilai Kredit (NK) dikurangi 0,05, maksimum 5 Nilai Kredit (NK).
Selain ketentuan diatas, masih ada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi Tingkat Kesehatan Bank, yaitu:
1.
Perselisihan intern yang diperkirakan akan menimbulkan kesulitan dalam bank
yang bersangkutan.
2. Campur tangan pihak-pihak diluar bank dalam kepengurusan (manajemen) bank, termasuk di dalamnya kerjasama yang tidak wajar yang mengakibatkan salah satu atau beberapa kantornya berdiri sendiri.
3. “Window Dressing” dalam pembuktuan dan atau laporan bank yang secara materiil dapat berpengaruh terhadap keadaan keuangan bank sehingga mengakibatkan penilaian yang keliru terhadap bank.
4. Praktek “bank dalam bank” atau melakukan usaha bank di luar pembukuan bank.
5. Kesulitan keuangan yang mengakibatkan penghentian sementara atau pengunduran diri dari keikutsertaan dalam kliring.
6. Praktek perbankan lain yang dapat membahayakan kelangsungan usaha bank dan menurunkan kesehatan bank.
2. Campur tangan pihak-pihak diluar bank dalam kepengurusan (manajemen) bank, termasuk di dalamnya kerjasama yang tidak wajar yang mengakibatkan salah satu atau beberapa kantornya berdiri sendiri.
3. “Window Dressing” dalam pembuktuan dan atau laporan bank yang secara materiil dapat berpengaruh terhadap keadaan keuangan bank sehingga mengakibatkan penilaian yang keliru terhadap bank.
4. Praktek “bank dalam bank” atau melakukan usaha bank di luar pembukuan bank.
5. Kesulitan keuangan yang mengakibatkan penghentian sementara atau pengunduran diri dari keikutsertaan dalam kliring.
6. Praktek perbankan lain yang dapat membahayakan kelangsungan usaha bank dan menurunkan kesehatan bank.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar